logo last sunday

Masuk / Daftar

BERITA

KPU WONOGIRI TETAPKAN PELAKSANAAN DEBAT CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PILKADA WONOGIRI 2020.

image post single last sunday

Komisi Pemilihan Umum KPU Wonogiri sudah menetapkan waktu dan lokasi debat calon bupati dan wakil bupati  Pilkada Wonogiri 2020. Peserta yang boleh mengikuti secara langsung dibatasi. Debat tidak dilakukan di Wonogiri, melainkan akan digelar di Hotel Best Western Solo Baru, Sukoharjo, pada hari Kamis  26 November 2020 mendatang.

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi kepada Media Jumat (13/10) pekan ini  mengatakan Hotel Best Wester dipilih karena infrastruktur tempat dan jaringan untuk pengambilan gambar  cukup baik, selain itu, secara regulasi debat dilakukan di luar daerah juga diperbolehkan.

Toto menegaskan bahwa tamu yang datang di lokasi debat dibatasi.

“Setiap paslon hanya boleh membawa empat orang tim kampanye. Sehingga, setiap paslon membawa enam orang, termasuk paslon itu sendiri,” katanya.

Ketentuan itu sesuai dengan Pasal 59 poin b Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13/2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU nomor 6/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Coronavirus Disease (Covid-19).

Dalam poin yang sama, disebutkan hanya dua orang perwakilan dari Bawaslu yang diperbolehkan hadir. Selain itu, untuk anggota KPU kabupaten hanya diperkenankan lima orang yang boleh hadir dalam acara debat.

“Untuk para pendukung paslon bisa menonton melalui saluran televisi. Karena disiarkan melalui televisi nasional. Selain itu juga disiarkan melalui akun media sosial KPU Wonogiri dan radio,” tambahnya.

Toto mengatakan materi debat disesuaikan dengan PKPU. Hal itu tertuang dalam Pasal 59 poin f Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13/2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU 6/2020.

“Materi debat publik tentang visi dan misi paslon dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan nasional dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan. Selain itu juga berkaitan dengan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Sumber : Berita daerah RGS Wonogiri (14 November 2020)