logo last sunday

Masuk / Daftar

BERITA

2 Sekolah Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

image post single last sunday

Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMAN 2 Wonogiri dan SMKN 2 Wonogiri mulai digelar Senin (9/11) pekan ini. PTM berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Simulasi PTM SMAN 2 Wonogiri Joko Waluyo mengatakan bahwa SMAN 2 dan SMKN 2 Wonogiri terpilih  untuk melakukan simulasi PTM oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah.

“Meski sebanrnya seluruh cabang di Jawa Tengah itu mulai tanggal 2 kemarin, tapi karena di Wonogiri mensyaratkan wajib menjalani swab tes terlebih dahulu, maka ditunda sepekan sampai 9 November,” katanya.

Joko menambahkan tidak ada kendala yang dialami pihak sekolah di hari pertama simulasi PTM. Seluruh siswa datang langsung cek suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum memasuki kelas.

“Ada dua mata pelajaran yang diikuti. Mata pelajaran pertama dimulai pukul pukul 07.15 hingga 08.45, kemudian istirahat selama 15 menit dan dilanjutkan mata pelajaran kedua mulai pukul 09.00 hingga 10.30,” terangnya.

Tatanan  dalam kelas satu meja hanya diisi oleh satu orang siswa. SMAN 2 berencana membuka enam kelas bagi 72 siswa dengan masing-masing kelas diisi 12 siswa.

“Namun, karena beberapa siswa belum melakukan tes swab, maka di hari pertama simulasi hanya dibuka tiga kelas. Terdiri dari dua kelas IPA dan satu kelas IPS yang seluruhnya adalah siswa kelas XII,” tambahnya.

Joko memastikan 40 siswa yang menjalani simulasi PTM adalah siswa yang berasal dari zona aman/.

Ditemui secara terpisah, Wakasek Bidang Kesiswaan SMKN 2 Wonogiri Sapar mengatakan bahwa rencana ada 90 siswa yang bakal menjalani simulasi PTM di sekolah. Namun, hanya 87 orang siswa yang hadir saat pengambilan sampel swab di sekolah pekan lalu.

“Seluruh siswa yang mengikuti simulasi adalah kelas XI dari lima jurusan, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Pemesinan, Teknik Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan,  dan Teknik Mekatronika,” kata Sapar.

Simulasi PTM di sekolah itu dilakukan mulai pukul 07.30 hingga 10.45. Awal pembelajaran, siswa terlebih dahulu dididik dalam hal karakter, mulai dari laporan siswa hingga pembiasaan protokoler kesehatan, melalukan peregangan dan masuk ke ruang praktik.

“Saat praktik, alat-alat yang digunakan oleh siswa pun tidak bergiliran,” kata Sapar.

Sementara itu, di hari pertama simulasi PTM Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri dr  Adhi juga  hadir di SMAN 2 dengan memasuki kelas per kelas.

“Karena ini merupakan edukasi pemantapan, membangun komitmen terhadap pelaksanaan protokol kesehatan pada simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah, di keluarga serta lingkungan rumah,” katanya.

dr. Adhi Darma menegaskan pentingnya mitigasi faktor risiko penularan Covid-19 di keluarga masing-masing. Baik para siswa maupun guru dan seluruh masyarakat diharapkan bisa mendeteksi apabila ada anggota keluarga yang memiliki komorbid dan faktor-faktor risiko penularan Covid-19 lainnya.

Sumber : Berita Daerah RGS Wonogiri (11 November 2020)