logo last sunday

Masuk / Daftar

BERITA

Wonogiri Raih Juara I Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Dari Kemenristek

image post single last sunday

Pemerintah Kabupaten Wonogiri berhasil menyabet penghargaan dalam ajang bergengsi Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Kategori Kabupaten se-Indonesia tahun 2020. Anugerah diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara virtual di Auditorium B.J Habibie Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri Haryono, mewakili Plt. Bupati Wonogiri, Edy Santosa menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Ristek Bambang Brodjonegoro.

Anugerah tersebut diberikan sebagai apresiasi atas prestasi dalam penguatan sistem Inovasi Daerah yang menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk komersial, ekonomi, maupun sosial-budaya, sehingga berdampak kepada peningkatan daya saing dan kesejahteraaan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan.

Sekda Haryono mengatakan, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) adalah ukuran yang menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi yang dimilikinya guna tercapainya kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.

“Dengan memperoleh skor IDSD tertinggi, itu artinya sebagai daerah yang berhasil secara optimal memanfaatkan segala potensi yang dimiliki dalam upaya menciptakan daya saing dan kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan,” katanya.

Sekda Haryono menambahkan bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Wonogiri memperoleh Juara I Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif skala nasional dalam mengembangkan inovasi daerah karena komitmen bersama, dalam membangun Wonogiri yang berdaya saing.

Dihubungi secara terpisah, Heru Utomo, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Wonogiri, mengatakan anugerah Pemerintah Daerah Inovatif ini merupakan penghargaan yang kali kedua diterima Wonogiri.

“Pada tahun 2019 Pemkab Wonogiri juara II, sedangkan pada 2020 memperoleh juara I,” katanya.

Keberhasilan Kabupaten Wonogiri tersebut tidak lepas karena berbagai inovasi yang saat ini dikembangkan, yakni dalam tata kelola pendapatan dan belanja daerah melalui refocussing pada kegiatan belanja OPD yang kurang memberikan dampak bagi masyarakat, dan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik di antaranya di bidang layanan perizinan, administrasi kependudukan, kesehatan baik di RSUD dan Puskesmas serta lahirnya beberapa pengusaha pemula di Kabupaten Wonogiri.

Heru Utomo menambahkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dari hasil pengukuran IDSD, yakni dimensi keuangan daerah khususnya pendapatan asli daerah.

“Dimensi stabilitas ekonomi khususnya masalah investasi dan dimensi pendidikan khususnya rasio jumlah sarjana dibanding dengan jumlah penduduk masih kecil,” pungkasnya.

 

Sumber : Berita Daerah RGS Wonogiri (11November 2020)